Identitas diri, kekuatan suatu pribadi, kelompok, golongan, bangsa terukur pada konsistensinya menjaga identitas yang membedakan dengan yang lain, secara budaya, adat, norma, situasi dan kondisi, geografi, telah melekat pada masing masing orang, kelompok, bangsa.
Tuhan telah mengaturnya, segala proses dari budaya, kondisi dan geografis telah Tuhan sesuaikan untuk umatnya, ketika orang jawa dengan budaya leluhurnya yang telah melekat berabad abad menjadi sebuah tradisi, adat, sikap juga mentalnya, menjadi sangatlah berharga jika itu tetap dipertahankan menjadi sebuah identitas yang membedakan.
Ibarat sebuah ketenteuan, Tuhan tidak akan pernah salah menganugrahkan apa yang melekat pada kita, adanya improviasasi, kolaborasi, pemutakhiran sah sah saja selama diikuti dengan kajian kajian dan kesimpulan yang tepat dengan apa yang telah dimiliki, dengan penyesuaian penyesuaian yang telah dianalisa keselarasannya, diyakini selama berabad abad, apa yang sudah ada dan tetap dilestarikan dari para leluhur adalah bagian bagian terbaik dari sebuah proses panjang yang telah dilakukan.
Era yang menuntut penyesuaian penting dilakukan, tanpa harus menghilangkan yang sudah baik, peninggalan leluhur adalah sebuah proses kajian yang dalam dan panjang pada era era mereka dan diwariskan kepada kita, tanpa perlu meninggalkan identitas asli, kemajuan tetap bisa diraih dan disesuaiakan, filsafat Wong Jawa Ojo Ilang Jawane menjadi cambuk dan pagar yang membuat sebuah identitas wajib bagi sebuah kelompok, suku, bangsa.
Ironis ketika kemajuan zaman menjadi penggerus budaya, tradisi dan adat sebuah bangsa, dampak ketimpangan tersebut akan menjadi jurang sosial yang dalam pada generasi generasi baru, tanpa mengerti, peduli pada sesuatu yang tetap harus dijaga dan dilestarikan.
Thanks for reading & sharing Kejawen Leluhur

0 komentar:
Posting Komentar